Dalam sejarah peradaban umat islam, sosok wanita yang diciptakan Tuhan
memiliki sifat lemah lembut, telah banyak ikut berperan dalm memperjuangkan
kemajuan masyarakat dan bangsanya. Kaum wanita mempunyai hak dan kewajiban yang
sama atas pekerjaan tertentu menurut kadar kemampuannya, sesuai dengan
emansiasi wanita. Wanita tidak mau kalah dalm memperjuangkan karir dan
perjuangan hidup, yakni mengangkat harkat dan martabat diri dan keluarganya.
Sejak kedatangan agama islam, posisi wanita yang sebagai pelaengkap
( objek) seks belaka, kini secara social mulai sejajar dengan kaum pria. Islam
telah memberikan kontribusi social dan peradaban bagi kaum pria dan peradaban
bagi pria dan umat manusia lainnya, agar mrnghormati dan dan menempatkan posisi
wanita ditengah kehidupan social sesuai dengan kualitas diri yang bersangkutan.
Di zaman Rasulullah pun wanita-wanita ikut andil dan menjadi
pendamping kaum pria ketika berperang melawan musuh-musuhnya. Kaum wanita
membantu prajurit yang terluka, menyediakan makanan dan keperluan medis
lainnya. Keberadaan wanita memberikan semangat dalam berperang, sekiranya kaum
wanita tidak ikut membantu, maka mungkin saja umat islam akan mengahadapi
banyak kegagalan.
B.
PEMBAHASAN
ISTRI ISTRI RASULULLAH SAW
Adapun istri-istri rasulullah dan latar belakang mereka:
1.
Siti Khadijah
binti khawalid
Siti khadijah berasal dari lingkungan keluarga suku Quraisy yang
terhormat. Lahir 15 tahun sebelum tahun gajah. Ia menikah pertama kali dengan
Abu Halah Al-Tamimi, pedagang kaya, kemudian wafat dengan meninggalkan warisan
cukup banyak. Kemudian ia menikah lagi dengan Atik bi Aiz suami keduanya ini
juga wafat dengan meninggalkan harta yang banyak, sehingga khadijah menjadi
orang yang terkaya dan terpandang dikalangan suku Quraisy.
Setelah mengetahui keistimewaan beberapa Muhammad tersebut, semakin
mantaplah hati khadijah untuk menjadikan Muhammad sebagai suaminya.walaupun
usia mereka terpaut jauh pernikahan mereka mendapat keberkahan dan kemuliaan
dari ALLAH SWT sehingga rumah tangga Rasulullah tentram dan penuh kasih sayang.
Kondisi rumah tangga yang baik ini ikut mendukung sukses Muhammad dalam
berusaha maupun menjalankan risalah ilahi. Khadijah adalah istri Muhammad bin
Abdullah yang pertama dan satu-satunya hingga Khadijah wafat.
2.
Saudah binti Zuma’ah ra
Saudah
binti zama’ah adalah sosok wanita yang tinggi besar dan berparas biasa saja,
Dia berasal dari suku Quraisy, masih ada hubungan keluarga jauh dengan
Rasulullah. Di lingkungan keluarganya dikenal sebagai wanita cerdas dan
berpandangan luas ia menikah pertama kali dengan syukran bin Amr, yang masuk
islam saat Rasulullah berdakwah secara terang-terangan kepada kaumnya. Rasulullah
SAW menikahi Saudah binti Zuma’ah pada bulan syawal tahun kesepuluh setelah
nubuwah, tepatnya setelah beberapa hari khadijah meninggal dunia.
Sebagaai seorang janda, saudah merasa mendapat kehormatan dan
kemuliaan besar dengan menjadi istri Rasulullah SAW. Ia merawat putrid
Rasulullah Ummu Kaltsum dan Fatima Az Zahra dengan baik seperti anaknya
sendiri, sang ana pun menghormati ibu tirinya sendiri, sedangkan Ruqayyah dan
Zainab saat itu sudah menikah. Alasan Rasulullah menikahinya: untuk memuluikan
(menghormati) pengorbanannya dalam menjalankan agama Allah dan menjaganya biar
tidak kembalibalik ke agama awalanya karena suaminya meninggal di habsa disaat
hijrah. Dan juga untukdapat merawat anak-anak khadijah yang sudah meninggal
3.
Aisyah binti Abu
Bakar Ash-Shiddiq
Aisyah
adalah putrid Abdullah bin Quhafah, ia lahir empat tahun setelah Muhammad
diangkat menjadi rasul. Selang setahun setelah menikahi saudah. Beliau menikahi
saudah saat dia masih berumur enam tahun, lalu hidup bersama beliau pada bulan
syawal, tujuh bulan setelah hijrah ke madina yang saat itu umurnya Sembilan
tahun. Aisyah adalah seorang gadis dan beliau tidak menikahi gadis kecuali
aisyah.
Dengan kehadiran Aisyah,
kekosongan hati rasulullah setelah ditinggal wafat oleh khadijah berhasil
digantikan oleh aisyah. Beliau juga orang yag paling dekat dengan rasul,
sehingga ia banyak yang menyaksikan turunnya wahyu kepada nabi saat aisyah
bersama beliau karena itulah aisyah
banyak mengetahui hadist. Alasan Rasulullah menikahi Aisyah: karena kepintaran beliau diharapkan dapat
menerangkan permasalah dari rosul kepada yang lain juga untuk mempererat
hubungan rasul dengan abu bakar.
4.
Hafsah binti
Umar bin Al-khatthab
Hafsah berasal dari suku Arab ia lahir berdekatan dengan kelahiran putrid bungsu rasulullah Fatimah Az-zahra
yakni, lima tahun sebelum nabi diangkat oleh Allah menjadi Rasulnya. Setelah
dewasa Hafsah menikah debgan Hunais Hudzafah as sahami, seorang pemuda muslim
yang ikut hijrah ke habsyah. Pernikahan mereka tidak berlangsung lama karena
ketika perang badar Hunais terluka berat. Hafsah merawatnya luka suaminya
sampai meninggal dunia. Alasan Rasulullah Menikahi Hafsah: untuk memuliakan
hafsah yang telah berkorban untuk agama islam (hijrah ke hjabsah) dan kemudian
suaminya meninggal setelah mengikuti perang badar dan uhud dan ia memiliki anak
yatim, juga untuk menghormati umar.
5.
Zainab binti
Khuzaimah
Zainab
dikenal dengan istri rasul yang sangat santun, dermawan, suka menyantuni orang
miskin sehingga ia dikenal juga sebagai ibu orang-orang miskin. Sebelum menikah
dengan Rasulullah zainab pertama kali menikah dengan Tufail bin Haris bin Abdul
Muthalib, namun diceraikan suaminya karena tidak memiliki anak saat mereka
hijrah ke madinah kemudian zainab dinikahi Ubaidillah dan beliau gugur ketika
perang badar. Motivasi rasul menikahi Zainab, janda yang tidak terlalu cantik
ini adalah ingin melindungi dan meringankan beban kehidupannya.
6.
Ummu Salamah
Ummu salamah binti suhail. Ia berasal dari bangsawan Quraisy,
ayahnya suhail bin mughirah. Karena cantik dan berasal dari keluarga kaya lagi
terhormat banyak pemuda yang mempersuntingkannya,pemuda yang berhasil
menyuntingnya Abdullah bin Abdul As’ad. Beliau adalah pejuang islam yang ikut
dalm memimpin dalam perang Badar dan Uhud. Dalam perang Uhud ,dimana islam
kalah, Abu salamah mengalami luka yang cukup berat dan sekarat, namun berhasil
sembuh. Setelah perang Uhud Rasulullah menerima berita adanya serangan dari
Bani As’ad dan beliau menunjuk Abu Salamah untuk memimpin pasukan islam guna
mendahului menyerang Bani As’ad.
Sepulang peperangan tersebut luka Abu Salamah kambuh. Akhirnya
meningggal dunia dan beliau berpesan kepada istrinya: seandainya aku mati maka
menikahlah dengan orang yang lebih baik dariku, dia tidak akan menyengsarakan
dan menyakitimu.setelah beberapa waktu kemudian Rasul meminang Ummu salamah.
7.
Zainab
binti Jahsy ra
Zainab
adalah anak perempuan dari bibi rasulullah Umaimah. Ayahnya Jahsy bin Ri’ab
pemimpin Quraisy yang dermawan dan berakhlak baik. Zainab dibesarkan
ditengah-tengah keluarga yag terhormat. Sebelum menikah dengan Rasul , zainab
pertama kali menikah dengan Zaid bin Haristah, anak angkat dan kesayangan
rasulullah. Setelah mereka menikah tradisi jahiliyah masih ditampilakan zainab
kepada suaminya. Sehingga zaid mengadukan hal itu kepada rasul, rasul
menyarankan agar tetap mempertahankan pernikahannya. Amun kesabaran zaid ada
batasannya, karena perbedaan yang semakin tajam Zaid akhirnya menceraikan
istrinya. Selanjutnya Zainab dinikahi Rasulullah SAW.
8.
Juwariyah binti
Al-Harits
Juwariyah adalah putrid dari seorang pemimpin Banu al musthaliq, Al
Harits bin Abu Dhirar. Al harits adalah orang yang anti islam walaupun demikian
juwariyah memiliki budi pekerti yang baik. Ia pertama kali menikah dengan
Misafi bin Shafwan, namun suaminya tewas dalam peperangan melawan umat islam .
juwariyah menjadi tawanan umat isdibagikan Rasullam
Setelah sampai di madina, para tawanan tersebut kepada perajurit
islam. Juwariyah jatuh ke tangan Tsabit bin Qais, kemudian ia melaporkan
nasibnya “ ya Rasululllah Tsabit membebaniku untuk membeyar swembilan keeping
emas .padahal aku ingin kebebasanku, Rasul menjawb sambil bertanya apakah
engkau menginginkan yang lebih dari situ, apa maksudmu rasulullah? Rasul
menjawab aku penuhi permintaanmu dengan membebaskanmu dari membayar sembilan
keeping emas dan aku akan menikahimu, juwariyah menerima tawaran rasul.Alasan
Rasul menikahinya: untuk melepaskan
status tawanannya
9.
Ummu Habibah RA
Abu Sofyan adalah pemimpin kafir Quraisy yang berhasil mengalahkan
Rasul dan umat islam dalam perang Uhud. Disinilah keistimewaan Ummu habibah
sebagai anak pemimpin kaum musyrik, tapi bisa menjadi muslimah yang shalehah
setelah masuk islam. Ummu Habibah menikah dengan Ubaidillah bin Jahsy yang hijrah bersamanya ke
Habsyah. mereka menikah bulan Muharrom
tahun ke-7 Hijriyah lewat khitbah melalui raja Najasy. Ummu Habibbah tetap istiqomah terhadap
agamanya. Alasan Rasulullah SAW menikahinya adalah untuk menghibur beliau dan
memberikan sosok pengganti yang lebih baik baginya.
10.
Shofiyyah binti Huyay bin Akhtob RA
Shafiyah adalah putri seorang pemimpin yahudi Bani Nadhir, ia menikah dengan Kinanah, salah seorang tokoh
Yahudi yang terbunuh dalam perang Khaibar. mereka menikah pada tahun 628 M,
tahun ke-7 Hijriyah..
Fakta penting: Shafiyah adalah istri Rasulullah SAW yang berlatarbelakang etnis Yahudi. Sukunya diserang karena telah melanggar perjanjian yang sudah mereka sepakati dengan kaum Muslimin. Shafiyyah termasuk salah seorang tawanan saat itu. Nabi berjanji menikahinya jika ia masuk Islam. Maka masuklah ia dalam Islam.
Fakta penting: Shafiyah adalah istri Rasulullah SAW yang berlatarbelakang etnis Yahudi. Sukunya diserang karena telah melanggar perjanjian yang sudah mereka sepakati dengan kaum Muslimin. Shafiyyah termasuk salah seorang tawanan saat itu. Nabi berjanji menikahinya jika ia masuk Islam. Maka masuklah ia dalam Islam.
11.
Maimunah binti Al- Harits RA
Maimunah
menikah dengan Abd al-Rahman bin
Abdil-Uzza, seorang musyrik.maimunah ditinggal mati oleh suaminya pada usia 26
tahun, setelah suaminya meninggal ia menyatakan keislamannya. Alasan Rasulullah SAW menikahinya sebagai
penghormatan bagi keluarganya yang telah saling tolong menolong dengannya.
Maimunah sendirilah yang datang menemui Rasulullah SAW dan meminta agar
menikahinya.
C.
KESIMPULAN
Dari beberapa penjelasan di atas dapat kita ambil
kesimpulan Bahwa: alasan Rasulullah menikahi
para istrinya adalah:
1. Demi menanamkan benih kasih sayang dengan isteri-isterinya.
2. Agar mereka masuk Islam.
3. Agar kepribadian Rasulullah dirumah
diketahui oleh banyak orang. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa banyak
orang yang nampak di luar rumah sebagai seorang yang alim dan bertaqwa, tetapi
ketika di dalam rumahnya, sifat-sifat tadi tidak bisa dipertahankan. Maka, demi
mengekspos seluruh kepribadian Rasulullah di dalam rumah, dibutuhkan lebih dari
seorang isteri.
4. Rumah-rumah isterinya menjadi pusat
penyebaran risalah Islam. Lebih lagi, bila ajaran yang menyangkut masalah
khusus perempuan.
5. Istri-istri Rasulullah adalah duta-duta
Islam kepada kaum dan kabilah dimana mereka lahir dan besar. Dengan adanya
pendidikan dan taujih yang berasal dari guru mereka sekaligus suami mereka,
menjadikan mereka lebih mengenal karakter Islam yang kaffah yang bersumber dari
Rasulullah SAW langsung dan wahyu yang diberikan kepada Beliau. Dengan adanya
istri-istri Rasulullah sebagai duta-duta Islam menjadikan penyebaran dan
tarbiyah Islam kepada umat menjadi lebih efisien dan cepat serta terarah.
Poligami yang
dilakukan oleh Rasulullah sesungguhnya Beliau tidak melakukannya secara bebas dan
tanpa pertimbangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar