PERBANDINGAN PENDIDIKAN DAN PERBARUAN

BAB I
PENDIDIKAN DAN PERADABAN

Seiring pembaharuan dan perkembangan zaman, dimana pengetahuan dan keterampilan yang harus dipelajari bertambah dan berkembang semakin kompleks. Kemudian upaya pembelajaran tersebut mulai diformalkan dalam bentuk apa yang sekarang dikenal dengan persekolahan. Dimana proses pendidikan terjadi, menunjukkan bahwa pendidikan mempunya nilai hakiki tentang harkat dan martabat kemanusiaan. Didalam (QS. Al-a;raf 179)

“ Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-a’raf : 179 )

A.     Human Investment
Dalam perspektif politik, pendidikan harus mampu mengembangkan kapasitas dan kapabilitas individu  untuk menjadi warga negara yang baik. Yang memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap  hak, kewajiban , tugas dan tanggung jawab dalam kehidupan[1]. Karena itu pendidikan harus dapat melahirkan individu yang memiliki visi idelisme untuk membangun kekuatan bersama sebagai bangsa. Menurut Alferd & Carter (1995)[2] bahwa vivid an idealism itu haruslah merujuk dan bersumber pada paham ideology nasional, yang dianut oleh seluruh komponen bangsa. Dalam jangka panjang pendidikan niscaya akan melahirkan masyarakat yang terpelajar (educated). Yang kemudian akan membentuk elemen pokok dalam membangun masyarakat madani.
Dengan demikian pendidikan dalam dimensi yang integrative merupakan usaha seluruh komponen masyarakat dan bangsa untuk menumbuh kembangkan kekuatan kolektif dengan meletakkan landasan social budaya, ekonomi dan politik yang kokoh bagi terciptanya masyarakat sivil yang demokratis. Dalam dimensi ini pula proses pembangunan pendidikan dapat dilaksanakan dengan tertumpu pada golongan masyarakat kelas terdidik yang menjadi pilar utama sehingga dapat pula menjadi salah satu tiang penyangga bagi upaya dalam mewujudkan pembangunan peradaban masyarakat dan bangsa sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

B.     Masalah Yang Perlu Di Benahi
1.      Belum adanya spesifikasi dan standarisasi tentang peserta didik, kurikulum, dll
2.      Perencanaan pendidikan masih bersifat terpusat dan belum komprehensif
3.      Walaupun pemerintah daerah telah memberikan keleluasaan penuh dalam menejemen pendidikan kepada setiap satuan pendidikan
Disamping ketiga problema dalam menejemen pendidikan perlu pula diperhatikan 3 kondisi social yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pendidikan didaerah, antara lain
1.      Kondisi umum kehidupan masyarakat di daerah dari sisi kesehatanya
2.      Daya beli masyarakat
3.      Diakui atau tidak 0bahwa dalam melaksanakan pembangunan pendidikan masih ditemukan fakta yang saling bertentangan antara dimensi konsumtif dengan dimensi investatif
Berdasarkan pemikiran tersebut maka pada era baru kedepan, model model pendidikan yang berkualitas perlu terus dibina dan dikembangkan agar memiliki peran yang lebih menonjol dalam mengembangkan kualitas SDM disetiap daerah. Untuk model model pendidikan yang berkualitas perlu ditata dan dikembangkan sehingga menjadi komponen yang integral, saling membangun dan saling melengkapi dengan komponen pendidikan persekolahan lainya.

C.    Tujuan Dan Sasaran Perkembangan
Dalam aspek peningkatan mutu, relevansi dan daya saing harus di mulai dari upaya dalam meningkatkan mutu muatan kurikulum yang diarahkan pada :
1.      Regulansi tuntutan perubahan yang dinamis dan akseleratif, sehingga memberikan makna yang berarti bagi bekal kehidupan peserta didik dimasa depan
2.      Menghilangkan tingkat kesenjangan pendidikan
3.      Meningkatkan daya nalar, apresiasi dan kemampuan belajar peserta didik pada setiap jenjang pendidikan terhadap tuntutan kurikulum.
4.      Meningkatkan fungsi dan peran pelayanan sekolah
5.      Meningkatkan sarana dan prasarana belajarsesuai tuntutan kurikulum
6.      Meningkatkan status hokum kepemilikan tanah dan wewenang pengelolaanya pada lembaga pengolahan satuan pendidikan
7.      Meningkatkan mutu pemeliharaan sekolah
8.      Meningkatkan jumlah guru dan tenaga pendidik lainya
9.      Meningkatkan wawasan pengetahuan apresiasi  menejemen yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik setipa sekolah
Sedangkan pada aspek peningkatan mutu tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan public harus diarahkan pada :
1.      Upaya dalam meningkatkan kinerja kelembagaan yang menyangkut system perencanaan, pembiyaan dan system pelaporan terhadap satuan program penyelenggaraan satuan pendidikan sehingga tercipta profesionalitas, trasparansi, akuntabilitas dan pencitraan public yang wajar tanpa syarat
2.      Mengembangkan inovasi inovasi pembelajaran yang lebih bersifat antisipatif kea rah peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan
3.      Meningkatkan kualitas data dan informasi pendidikan yang cepat akurat dan dapt dipercaya dalam mendukung system pembuatan kebijakan dan keputusan yang menyangkut menejemen pembangunan pendidikan daerah.
4.      Meningkatkan peran serta masyarakat, dunia perusahaan dan pendidikan lainya yang diarahkan pada kebersamaan memikul tanggung jawab  dll

D.    Kebijakan Pembangunan
            System pendidikan yang selalu di dasarkan pada paradigm politik telah terbukti menghasilkan SDM yang hanya bersifat mekanis dan kurang kreatif. Karena itu, untuk membangun pendidikan tidak ada alternatif lain kecuali melakukan pembaharuan orientasi dan pendekatan dalam menejemen pendidikan itu sendiri.
            Disamping itu, kebijakan pembangunan pendidikan nasional kurang menyeluruh dan terintegrasi antara dimensi dimensi konsumsi dengan dimensi dimensi investatif, sehingga setiap upaya pembaharuan kurang antisifatif dan berwawasan jauh kedepan. Akhirnya kebijakan kebijakan dalam pembaharuan system menejemen pembangunan pendidikan nasional yang seharusnya menyentuh dimensi social, ekonomi budaya dan politik, malah lebih banyak tergantng pada system politik yang dianut dlaam menyelenggarakan pemerintahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar