Strategi pengajaran terdiri dari dua kata
yaitu, strategi dan pengajaran. Strategi biasanya diguanakan dalam bidang
kemiliteran dalam membuat takti. Pengajaran di artikan ialah pembinaan anak
didik dlam psikomotori dan kognitif serat membuat anak menjadi lebih banyak
pengetahuan serta kritis dalam menghadapi permasalahan. Jadi dapat di simpulkan
bahwasannya strategi pengajaran ialah seluruh usaha kita dalam kehiatan belajar
dan mengajar utuk mencapai tujuan belajar mengajar.
Sedangakan
menurut J.R. David dalam teaching Strategis for College Class Room (1976),
ialah “a
plan, method, or series of activities designed to achieves a particular
education goal”.
Meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk
mencapai tujuan pengajaran tertentu.[1]
Manfaat dari strategi ialah menjadi
pedoman atau acuan untuk pendidik dalam mendidik anak didiknya. Dalam kenyataan
kita akan mudah mengetahui bagaiman seornagpeserta didik yang sangat menguasai
strategi tersebut, dia dapat dengan baik mengaplikasi strateginya dalam
pengaharannya sehingga tercapai tujuan dalam pembelajaran yang di ajarkan.
Hakikat belajar mengajar adalah
kegiatan mengatur, mengelola kegiatan belajar mengajar, serta mengevaluasi
proses dan hasil belajar, ini semua merupakan tanggung jawab seorang tenanga
pendidik untuk dapat membuat perubahan posotif pada diri peserta didik.
Komponen-komponen strategi
belajar-mengajar:
- Siswa
- Tujuan bahasan
- Metode
- Situasi
- Evaluasi
Dan menurut Dick dan
Carey bahwa komponen strategi pembelajaran, yaitu:
- Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
- Penyampaian Informasi
1. Urutan
Penyampaian
2. Ruang
lingkup materi yang disampaikan
3. Materi
yang akan disampaikan
- Partisipasi Peserta didik
- Tes
- Kegiatan Lanjutan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar